Pergaulan muda-mudi sebagai bentukan dari ortu

By nungmut

Remaja gaul……? Bagaimana yang seharusnya ? Apakah muda-mudi yang kesehariannya selalu ngeceng bareng ?Dugem? Atau yang kesehariannya sibuk dengan agenda mendata tempat-tempat berkumpulnya muda-mudi kemudian mencari pasangan dan mendatanginya ?

Jika memang begitu kenyataannya, lantas mau dikemanakan masa depan mereka ?Dengan fasilitas pergaulan yang bebas, bahkan para orang tua takut dianggap kolot karena membatasi pergaulan anaknya, ditambah keyakinan ortu yang begitu mantap bahwa mereka telah menanamkan filter yang dijamin membuat anaknya bakal terjaga akhlaknya. Apakah tidak takut kecolongan ……?

Seandainya mereka dewasa, apakah para orang tua mampu menjamin bahwa anak yang mereka lahirkan, yang dibentuk dengan kebebasan, akan mampu menjadi penerus bangsa yang berkualitas lahir dan batin bagi agama, orang tua dan bangsannya ?

Sadarlah para orang tua, anak yang kita lahirkan tadinya laksana kertas putih yang bebas untuk kita beri tulisan dan warna dihari-hari mereka. Sehingga apa yang kita tuliskan itu akan kita lihat hasilnya ketika mereka dewasa kelak.

Jadi kita sebagai orang tua harus berhati-hati, jangan jadi polisi yang hanya bisa memberikan denda dan hukuman, tapi jadilah orang tua yang bijaksana, yang siap menjadikan anak-anak kita sesuai dengan apa yang kita harapkan. Yaitu menjadi ramaja tangguh, bisa dibanggakan oleh orang tua, guru mereka, agama, bangsa dan juga menjadi kebanggaan bagi mereka sendiri.

Jangan jadi orang tua yang terlambat, karena itu bisa menjadi penyesalan bagi kita. Bukankah kita yang menanam, maka kita pula yang akan menuainnya……?

Tinggalkan Balasan